Semarakan Investasi Di Kota Solok, Pemerintah Kota Solok Mengadakan Acara "Ngopi"

”Acara ”NGOPI” (Ngobrol-ngobrol Tentang Potensi Investasi) bersama Pelaku Usaha dan Investor di Kota Solok yang diadakan di Resto D’ Relazion merupakan salah satu penerapan dari inovasi daerah bidang penanaman modal dan dimaksudkan untuk mencari masukan dari para pelaku usaha dan investor dalam peningkatan pengembangan iklim investasi dan daya tarik penanaman modal di Kota Solok,” ucap Ir. Hendaukhtri selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan PelayananTerpadu Kota Solok.

“Pembicaraan santai ini kedepannya diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Daerah yang dapat dijadikan pedoman perencanaan di dalam peningkatan investasi yang lebih terarah dan terpadu dengan pemanfaatan potensi yang ada di Kota Solok ataupun pemanfaatan sarana dan prasarana Kota Solok yang belum optimal dalam penggunaannya,” lanjut Kepala Dinas DPMPTSP.

Pada acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Solok Bapak Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M,dan menghadirkan OPD terkait, KADIN, HIPMI, HIPMI KINDO, IWAPI, APINDO, MAMI HOTEL, DJOYO, Lembaga Profesidan Investor di Kota Solok.

Wakil Walikota Solok, Bapak Ramadhani dalam sambutannya mengapresiasi Kepala DPMPTSP yang secara aktif memfasilitasi kebutuhan dunia usaha di Kota Solok dengan menjembatani pertemuan antara Pemerintah Kota Solok dengan dunia usaha atau para investor.

Rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Kota Solok selama periode 2016-2020 mencapai 4,25% per tahun. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Solok berada diatas rata-rata laju pertumbuhan ekonomi nasional (3,64% per tahun) dan Provinsi Sumatera Barat (3,84% per tahun). Jika memperhatikan pola laju pertumbuhan ekonomi Kota Solok terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Sumatera Barat maka terlihat kemiripan pola. Pada saat laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat dan nasional mengalami peningkatan pertumbuhan pada tahun 2016-2017, laju pertumbuhan ekonomi Kota Solok juga mengalami peningkatan ungkap Wawako.

“Kondisi ini mengimplikasikan bahwa penerapan strategi dan kebijakan ekonomi pada level nasional dan Provinsi Sumatera Barat secara langsung mempengaruhi perekonomian Kota Solok sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perekonomian nasional dan Provinsi Sumatera Barat. Fakta ini juga mengimplikasikan bahwa perencanaan strategi dan kebijakan pembangunan ekonomi makro yang diambil oleh pemerintah daerah Kota Solok harus menyesuaikan dengan kebijakan ekonomi nasional dan Provinsi Sumatera Barat yang berfondasi pada potensi riil ekonomi Kota Solok,” tambah Wawako.

Ada banyak kendala dan tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan pembangunan di Kota Solok, tapi kita tetap optimis agar Kota Solok lebih maju dan berkembang dengan segala dinamikanya untuk menjadikan Kota Solok salah satu daerah tujuan investasi di Sumatera Barat bahkan kalau bisa di Indonesia ucap Bapak Wakil Walikota Solok.

“Terimakasih kepada para investor dan peserta NGOPI yang ikut memberikan masukan-masukan/saran kepada Pemerintah Kota Solok dalam Peningkatan Pengembangan Iklim Investasi di Kota Solok. Akhirnya, semoga apa yang kita harapkan dan cita-cit akan menjadikan Kota Solok yang berdaya saing, baik di pasar dalam negeri, regional maupun internasional dapat terwujud tutup,” Wawako.